TUNANETRA & PUISI
Oleh : Ida Ernawati
Sebelum memasuki
gerbang pendidikan luar biasa, berjuta kesulitan membayang di mata. Bagaimana
dan bagaimana selalu menghiasi tanya. Berkat keinginan yang kuat dan motivasi
dari teman-teman senior, syukur Alhamdulillah meski perlahan namun pasti mulai
terbuka jalan untuk melakukan pembelajaran terhadap peserta didik khususnya
tunanetra.
Pengertian tunanetra
tidak saja mereka yang buta, tetapi mencakup juga mereka yang mampu melihat
tetapi terbatas sekali dan kurang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
sehari-hari terutama dalam belajar(Somantri, 2007: 65). Peserta didik tunanetra
yang ada di SMALB Negeri Banyuwangi tergolong dalam tunanetra total yakni tidak
ada sisa penglihatan. Dengan kondisi penglihatan seperti ini tidak bisa
dipungkiri bila mereka mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya.
Seperti dijelaskan
Somantri dalam Psikologi Anak Luar Biasa (2007: 69) bahwa “karena kurangnya
stimuli visual, perkembangan bahasa anak tunanetra juga tertinggal disbanding
anak awas. Pada anak tunanetra, kemampuan kosakata terbagi atas dua golongan,
yaitu kata-kata yang berarti bagi dirinya berdasarkan pengalamannya sendiri,
dan kata-kata verbalistis yang diperolehnya dari orang lain yang ia sendiri sering tidak memahaminya. Komunikasi
nonverbal pada tunanetra juga merupakan hal yang kurang dipahaminya karena
kemampuan ini sangat tergantung pada stimuli visual dari lingkungannya.” Lebih
lanjut Somantri menambahkan bahwa “Dalam hal pemahaman bahasa, berbagai hasil
penelitian menunjukkan dibanding anak awas, kosa kata anak tunanetra cenderung
bersifat definitive, anak awas cenderung lebih luas.”
Berangkat dari berbagai
keterbatasan tunanetra, penulis berupaya memperkenalkan berbagai kosakata dan
pengertiannya serta membacakan berbagai puisi dan mengupas makna dari berbagai
puisi tersebut. Dengan hal ini, diharapkan pembelajaran menulis puisi pada
peserta didik tunanetra dapat berhasil. Alhasil setelah dilakukan beberapa kali
pertemuan ada peserta didik yang mampu menulis puisi dengan baik, bahkan sudah
dimuat koran harian local yakni Radar Banyuwangi.
Dengan keberhasilan ini
menunjukkan bahwa tunanetra dengan segala keterbatasannya bila mendapatkan
informasi yang jelas dan lengkap insyaAllah mereka dapat menunjukkan
kreativitasnya sejajar dengan anak awas/normal.
DAFTAR PUSTAKA
Somantri,
Sutjihati. (2007). Psikologi Anak Luar
Biasa. Bandung: PT. Refika Aditama.