Jumat, 12 September 2014

Artikel Tentang Tuna Netra & Puisi

TUNANETRA & PUISI
Oleh : Ida Ernawati


Sebelum memasuki gerbang pendidikan luar biasa, berjuta kesulitan membayang di mata. Bagaimana dan bagaimana selalu menghiasi tanya. Berkat keinginan yang kuat dan motivasi dari teman-teman senior, syukur Alhamdulillah meski perlahan namun pasti mulai terbuka jalan untuk melakukan pembelajaran terhadap peserta didik khususnya tunanetra.
Pengertian tunanetra tidak saja mereka yang buta, tetapi mencakup juga mereka yang mampu melihat tetapi terbatas sekali dan kurang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sehari-hari terutama dalam belajar(Somantri, 2007: 65). Peserta didik tunanetra yang ada di SMALB Negeri Banyuwangi tergolong dalam tunanetra total yakni tidak ada sisa penglihatan. Dengan kondisi penglihatan seperti ini tidak bisa dipungkiri bila mereka mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya.
Seperti dijelaskan Somantri dalam Psikologi Anak Luar Biasa (2007: 69) bahwa “karena kurangnya stimuli visual, perkembangan bahasa anak tunanetra juga tertinggal disbanding anak awas. Pada anak tunanetra, kemampuan kosakata terbagi atas dua golongan, yaitu kata-kata yang berarti bagi dirinya berdasarkan pengalamannya sendiri, dan kata-kata verbalistis yang diperolehnya dari orang lain yang ia  sendiri sering tidak memahaminya. Komunikasi nonverbal pada tunanetra juga merupakan hal yang kurang dipahaminya karena kemampuan ini sangat tergantung pada stimuli visual dari lingkungannya.” Lebih lanjut Somantri menambahkan bahwa “Dalam hal pemahaman bahasa, berbagai hasil penelitian menunjukkan dibanding anak awas, kosa kata anak tunanetra cenderung bersifat definitive, anak awas cenderung lebih luas.”
Berangkat dari berbagai keterbatasan tunanetra, penulis berupaya memperkenalkan berbagai kosakata dan pengertiannya serta membacakan berbagai puisi dan mengupas makna dari berbagai puisi tersebut. Dengan hal ini, diharapkan pembelajaran menulis puisi pada peserta didik tunanetra dapat berhasil. Alhasil setelah dilakukan beberapa kali pertemuan ada peserta didik yang mampu menulis puisi dengan baik, bahkan sudah dimuat koran harian local yakni Radar Banyuwangi.
Dengan keberhasilan ini menunjukkan bahwa tunanetra dengan segala keterbatasannya bila mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap insyaAllah mereka dapat menunjukkan kreativitasnya sejajar dengan anak awas/normal.




DAFTAR PUSTAKA

Somantri, Sutjihati. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT. Refika Aditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar