Jangan ditanya
Sebuah hati
Yang ditinggal pergi
Untuk kesekian kali
Jangan ditanya
Rasa hampa ini
Setelah semua terjadi
Mendera diri
Jangan ditanya
Tentang nelangsa hati
Saat semua kumengerti
Tanpa kau sadari
Jangan ditanya
Kemana air mata ini
Mengapa tak mengucur di pipi
Karna ia tlah habis tanpa permisi
Yah... Ia habis
Saat kau hakimi
Saat semua hati
Enggan berkompromi
Kini...
Ia sudah terlalu kekal
Ia sudah tak berminat lagi
Untuk sekedar mengucur di pipi
Bahkan ...
Ia tlah membeku
Bersama ikhlas hati
Terima derita slama ini.
Wlhn, 220721th
Memori 2016. Merangkai hari menjadi bermanfaat lagi. Semoga sayap-sayap patah ini masih tak enggan tuk berkepak, meski tak sesempurna waktu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar