Aku
hilang keseimbangan antara logika dan rasaku. Sosok Radit ternyata persis
seperti dalam imajiku. Tinggi, hitam manis, cara berpakainnya sangat rapi, dan
satu lagi yang kuperhatikan tidak banyak basa-basi.
Rena Antari, Gadis Impianku
Sasi Kirana, aku terkejut mendengar
nama itu disebut seorang gadis cantik dan mungil di hadapanku apalagi tangannya
dalam jabatku. Reflek tangan itu kugenggam erat, seakan tak ingin kulepas lagi.
Ingin kuperjelas segala tentangnya, namun cowok di belakangnya kelihatan tidak
suka dengan caraku memandangnya. Segera kulepaskan jabat tanganku, dan aku
mendapati nama cowok di belakangnya adalah Yosi. Mungkinkah kekasihnya? Sebuah
tanya yang tak mungkin kudapat jawabnya saat ini juga. Masih lekat di ingatanku
bahwa Sasi Kirana adalah nama asli Rena Antari, ini yang dikatakan Hendra dulu.
Suasana aula semakin ramai,
diam-diam kuperhatikan segala gerak dan ucap Rena Antari dari jauh, dia gadis
impianku sejak dua tahun lalu. Tanpa disengaja kami bertemu jua di acara halal
bi halal dan Pentas Kreasi Radio se Kabupaten. Rupanya dia telah menjadi
seorang penyiar, aku benar-benar terpana dengan penampilannya pada opera tadi.
Dia seorang gadis yang multi talenta menurutku. Di balik kesyahduan syair-syair
puitisnya, ia juga mampu bermain peran. Sayang aku bukan seorang yang mampu
dengan mudah mendekati seorang wanita, aku memerlukan waktu yang lama untuk
mengenalnya atau sekedar mengajaknya mengobrol.
Kucoba menemuinya di balik panggung, namun rombongannya sudah memanggil untuk
segera. Aku berharap suatu hari bisa menemuinya.
Sasi Kirana, sebuah nama yang unik
menurutku, Sasi dalam bahasa Jawa berarti bulan, dan Kirana berasal dari bahasa
Sanskerta yang berarti sinarnya cantik dan molek. Perpaduan dua bahasa yang
sangat pas. Bila ditanya mengapa aku sangat ingin menggapainya bukan semata
karena cantik dan anggunnya tapi syair-syair yang pernah ditulisnya dulu memang
sudah mampu mencuri perhatian dan hatiku. Setiap diksi yang digunakan sangat
mewakili keagungan sebuah puisi yang ditulisnya. Ini yang tidak semua penulis
bisa memilikinya.
Sesampai di rumah, aku masih sibuk
memutar otakku untuk mencari cara yang tepat mendekati Rena. Kuputar gelombang
radio tempatnya bekerja, suara tidak terlalu jelas mungkin karena terlalu jauh
dengan rumahku, namun aku sempat mendapat nomor teleponnya. Dari nomor ini aku
berhasil mendapatkan jadwal siarnya. Sekarang aku memiliki pekerjaan baru,
sepulang kuliah jika tidak siaran aku selalu mendengarkan suara lembut Rena. Aku
demikian terbius oleh suaranya yang lembut, dan aku juga telah menjadi fans
setianya. Kukirim syair-syair terbaikku untuknya, untuk Rena.
Di
balik kesyahduan syair-syair puitisnya, ia juga mampu bermain peran. Sayang aku
bukan seorang yang mampu dengan mudah mendekati seorang wanita, aku memerlukan
waktu yang lama untuk mengenalnya atau sekedar mengajaknya mengobrol.
Bersambung ke episode 5 Fans Setiaku
Kataku.
"Jangan menggadaikan kesedihan pada siapa pun, terus berdiri dan berjuang. Dengan demikian kau tidak akan berpikir untuk menebusnya suatu hari." (🌼Menebar Asa🌼).
Buku lainnya ...


Aku ingat dengan lirik lagu yang berjudul "KUGADAIKAN CINTAKUKu" yang akhirnya Judul lagu tersebut melejit di tahun 1986.akhirnya mengangkat nama GOMBLOH
BalasHapussesuai dengan motto RENA
"JANGAN MENGGADAIKAN KESEDIHANNKU" Inshaallah suatu saat sukses mengangkat nama KARYA RENA ke puncak kariernya ..entah kapan...
Terus berjuang dan menulis sampai karyamu melukis dihati setiap fans-mu
Duh... Kok entah kapan ...
HapusAamiin. Matur nuwun.
semakin penasaran terus membaca kelanjutan ceritanya..terus semangat bu nulisnya
BalasHapusInggih ibu Diyah, terima kasih. Ditunggu nggih...
Hapus